Latest News

Fakta Ringan Seputar Piala Konfederasi

www.galaunews.com
Turnamen Piala Raja Fahd yang diselenggarakan pada tahun 1992 di Riyadh, Arab Saudi, merupakan cikal bakal lahirnya turnamen Piala Konfederasi. Piala ini diikuti oleh empat tim, yaitu Argentina, Amerika Serikat, Pantai Gading, dan Arab Saudi. Argentina yang saat itu diperkuat oleh Gabriel Batistuta, Diego Simeone, dan Caludio Caniggia, menjadi juaranya.

Pada tahun 1997, Federasi Asosiasi Sepak Bola Internasional (FIFA) mengambil alih pengelolaan turnamen dan menajdi Piala Konfederasi. Turnamen digelar dua tahun sekali antara tahun 1995 - 2005. Setelah itu, turnamen ini diselenggarakan setiap empat tahun.

Arab Saudi menjadi tuan rumah sebanyak tiga kali yaitu pada tahun 1992, 1995, dan 1997. Setelah itu, Meksiko menggelar hajatan Piala Konfederasi untuk pertama kali pada tahun 1999. Meksiko menjadi juara setelah mengalahkan Brasil di final.

Brasil mencetak rekor sebagai juara terbanyak saat menjadi juara untuk ke-tiga kalinya pada tahun 2009 di Afrika Selatan. Dunga dan kawan-kawan menang 3 - 2 atas Amerika Serikat di final setelah tertinggal dua gol lebih dulu.

Ada tiga negara yang pernah menjadi juara Piala Konfederasi, yaitu Brasil (1997, 2005, 2009), Meksiko (1999), dan Perancis (2001, 2003).

Setelah 1997, Piala Konfederasi menjadi kesempatan bagi satu negara untuk mempersiapkan diri menjadi tuan rumah Piala Dunia. Korea Selatan menjadi tuan rumah Piala Konfederasi 2001, kemudian Piala Dunia 2002. Setelah itu, Jerman (2005, 2006), Afrika Selatan (2009, 2010) dan Brasil (2013, 2014)

Piala Konfederasi diikuti oleh tim juara dari berbagai konfederasi, juara Piala Dunia, dan tuan rumah. Pengecualian biasanya terjadi untuk tim juara Eropa dan Amerika Selatan karena padatnya jadwal kualifikasi Piala Dunia. Pada 1999, misalnya, posisi juara dunia Perancis digantikan Brasil sebagai "runner-up".

Sumber: Harian Kompas

0 Response to "Fakta Ringan Seputar Piala Konfederasi"